• Home
  • Abatasa
Pondok Aki Zahra
  • Profile

    • muhamad hartono
      muhamad hartono
      Ternyata dunia maya & dunia nyata ini sempit
  • Categories

    • Bahasa Arab online (1)
    • Do’a & Sholawat (7)
    • huMor (1)
    • Islami (8)
    • Keluarga (2)
    • Kesehatan (2)
    • Renungan (13)
    • Tokoh (6)
    • Uncategories (9)
  • Tag

      dunia, , mode, , islami, ,
  • Archives

    • January 2012
    • December 2011
    • October 2011
    • December 2010
    • October 2010
    • September 2010
    • July 2010
    • June 2010
    • May 2010
    • April 2010
  • Links

  • Statistik

      Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 115823 kali
Des 26

Menyambut, Kunjungan Hb, Umar ke Masjid Raya Bandung

Tokoh 4 Comment »

Menyambut kedatangan tamu agung ke Bandung tgl, 3 Januari 2011, ada baiknya kita mengenal siapaa  tamu mulya tsb beliau adalah Al-Imam Al-’Arifbillah Al-Musnid Al-Hafidz Al-Mufassir Al-Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz. rencana kunjungan adalah jam08.00 -11.30 Tabligh akbar, istighozah & dzikir bersama di Masjid Agung Sumedang,  Jam 13.00 - 16.00 silaturahmi bersama 500 undangan ulama se Jabar di MT & Dakwah Asy-syifaa Walmahmuudiyyah Sumedang, dilanjutkan touring ke Bandung  dan mampir dulu ke Simapng Tanjungsari utk acara peletakan batu pertama pembangunan Ponpes Asyifaa Centre di Tanjungsari, kemudian melanjutkan perjalanan touring ke Masjid Raya Bandung untuk Tabligh Akbar dan dzikir bersama sampai jam 24.00


Beliau adalah Al-Habib ‘Umar putera dari Muhammad putera dari Salim putera dari Hafidz putera dari Abdallah putera dari Abi Bakr putera dari‘Aidrous putera dari Al-Hussain putera dari Al-Syaikh Abi Bakr putera dari Salim putera dari ‘Abdallah putera dari ‘Abdarrahman putera dari ‘Abdallah putera dari Al-Syaikh ‘Abdarrahman Assaqof putera dari Muhammad Maula Al-Daweela putera dari ‘Ali putera dari ‘Alawi putera dari Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad putera dari ‘Ali putera dari Muhammad Sahib Al-Mirbat putera dari ‘Ali Khali‘ Qasam putera dari ‘Alawi putera dari Muhammad putera dari ‘Alawi putera dari ‘Ubaidallah putera dari Al-Imam Al-Muhajir Ilallah Ahmad putera dari ‘Isa putera dari Muhammad putera dari ‘Ali Al-‘Uraidi putera dari Ja’far Asshadiq putera dari Muhammad Al-Baqir putera dari ‘Ali Zainal ‘Abidin putera dari Hussain sang cucu laki-laki, putera dari pasangan ‘Ali putera dari Abu Talib dan Fatimah Azzahra puteri dari Rasul Muhammad SAWW.




Beliau terlahir di Tarim, Hadramaut, salah satu kota tertua di Yaman yang menjadi sangat terkenal di seluruh dunia dengan berlimpahnya para ilmuwan dan para alim ulama yang dihasilkan kota ini selama berabad-abad. Beliau dibesarkan di dalam keluarga yang memiliki tradisi keilmuan Islam dan kejujuran moral dengan ayahnya yang adalah seorang pejuang martir yang terkenal, Sang Intelektual, Sang Da’i Besar, Muhammad bin Salim bin Hafiz bin Syaikh Abu Bakr bin Salim. Ayahnya adalah salah seorang ulama intelektual Islam yang mengabdikan hidup mereka demi penyebaran agama Islam dan pengajaran Hukum Suci serta aturan-aturan mulia dalam Islam. Beliau secara tragis diculik oleh kelompok komunis dan diperkirakan telah meninggal, semoga Allah mengampuni dosa-dosanya. Demikian pula kedua kakek beliau, Al-Habib Salim bin Hafiz dan Al-Habib Hafiz bin Abdallah yang merupakan para intelektual Islam yang sangat dihormati kaum ulama dan intelektual Muslim pada masanya. Allah seakan menyiapkan kondisi-kondisi yang sesuai bagi al-Habib ‘Umar dalam hal hubungannya dengan para intelektual muslim disekitarnya serta kemuliaan yang muncul dari keluarganya sendiri dan dari lingkungan serta masyarakat dimana ia dibesarkan.

Beliau telah mampu menghafal Al Qur’an pada usia yang sangat muda dan ia juga menghafal berbagai teks inti dalam fiqh, hadith, Bahasa Arab dan berbagai ilmu-ilmu keagamaan yang membuatnya termasuk dalam lingkaran keilmuan yang dipegang teguh oleh begitu banyaknya ulama-ulama tradisional seperti Muhammad bin ‘Alawi bin Shihab dan Syaikh Fadl Baa Fadl serta para ulama lain yang mengajar di Ribat, Tarim yang terkenal itu. Maka beliau pun mempelajari berbagai ilmu termasuk ilmu-ilmu spiritual keagamaan dari ayahnya yang meninggal syahid, Al-Habib Muhammad bin Salim, yang darinya didapatkan cinta dan perhatiannya yang mendalam pada da’wah dan bimbingan atau tuntunan keagamaan dengan cara Allah s.w.t. Ayahnya begitu memperhatikan sang ‘Umar kecil yang selalu berada di sisi ayahnya di dalam lingkaran ilmu dan dhikr.

Namun secara tragis, ketika Al-Habib ‘Umar sedang menemani ayahnya untuk sholat Jum‘ah, ayahnya diculik oleh golongan komunis, dan sang ‘Umar kecil sendirian pulang ke rumahnya dengan masih membawa syal milik ayahnya, dan sejak saat itu ayahnya tidak pernah terlihat lagi. Ini menyebabkan ‘Umar muda menganggap bahwa tanggung jawab untuk meneruskan pekerjaan yang dilakukan ayahnya dalam bidang Da‘wah sama seperti seakan-akan syal sang ayah menjadi bendera yang diberikan padanya di masa kecil sebelum beliau mati syahid. Sejak itu, dengan sang bendera dikibarkannya tinggi-tinggi, ia memulai, secara bersemangat, perjalanan penuh perjuangan, mengumpulkan orang-orang, membentuk Majelis-majelis dan da’wah. Perjuangan dan usahanya yang keras demi melanjutkan pekerjaan ayahnya mulai membuahkan hasil. Kelas-kelas mulai dibuka bagi anak muda maupun orang tua di mesjid-mesjid setempat dimana ditawarkan berbagai kesempatan untuk menghafal Al Qur’an dan untuk belajar ilmu-ilmu tradisional.

Ia sesungguhnya telah benar-benar memahami Kitab Suci sehingga ia telah diberikan sesuatu yang khusus dari Allah meskipun usianya masih muda. Namun hal ini mulai mengakibatkan kekhawatiran akan keselamatannya dan akhirnya diputuskan beliau dikirim ke kota Al-Bayda’ yang terletak di tempat yang disebut Yaman Utara yang menjadikannya jauh dari jangkauan mereka yang ingin mencelakai sang sayyid muda.

Disana dimulai babak penting baru dalam perkembangan beliau. Masuk sekolah Ribat di Al-Bayda’ ia mulai belajar ilmu-ilmu tradisional dibawah bimbingan ahli dari yang Mulia Al-Habib Muhammad bin ‘Abdullah Al-Haddar, semoga Allah mengampuninya, dan juga dibawah bimbingan ulama madzhab Shafi‘i Al-Habib Zain bin Smith, semoga Allah melindunginya. Janji beliau terpenuhi ketika akhirnya ia ditunjuk sebagai seorang guru tak lama sesudahnya. Ia juga terus melanjutkan perjuangannya yang melelahkan dalam bidang Da‘wah.

Kali ini tempatnya adalah Al-Bayda’ dan kota-kota serta desa-desa disekitarnya. Tiada satu pun yang terlewat dalam usahanya untuk mengenalkan kembali cinta kasih Allah dan Rasul SAW pada hati mereka seluruhnya. Kelas-kelas dan majelis didirikan, pengajaran dimulai dan orang-orang dibimbing, usaha beliau yang demikian gigih mulai menunjukkan hasil yang besar, mereka tersentuh dengan ajarannya, terutama para pemuda yang sebelumnya telah terjerumus dalam kehidupan yang kosong dan dangkal, namun kini telah mengalami perubahan mendalam hingga mereka sadar bahwa hidup memiliki tujuan, mereka bangga dengan indentitas baru mereka sebagai orang Islam, mengenakan sorban dan mulai memusatkan perhatian mereka untuk meraih sifat-sifat luhur dan mulia dari Rasul SAWW


.

Sejak saat itu, sekelompok besar orang-orang yang telah mengikuti beliau mulai berkumpul mengelilingi beliau dan membantunya dalam perjuangan da‘wah maupun keteguhan beliau dalam mengajar di berbagai kota besar maupun kecil di Yaman Utara. Pada masa ini beliau mulai mengunjungi kota-kota maupun masyarakat diseluruh Yaman, mulai dari kota Ta’iz di utara, beliaupun belajar ilmu dari mufti Ta‘iz Al-Habib Ibrahim bin Aqil bin Yahya yang mulai menunjukkan pada beliau perhatian dan cinta yang besar sebagaimana ia mendapatkan perlakuan yang sama dari Syaikh Al-Habib Muhammad Al-Haddar, sehingga ia memberikan puterinya untuk dinikahi setelah menyaksikan bahwa dalam diri beliau terdapat sifat-sifat kejujuran dan kepintaran yang agung.

Tak lama setelah itu, beliau melakukan perjalanan melelahkan demi melakukan ibadah Haji di Mekkah dan untuk mengunjungi makam Rasul SAWW di Madinah. Dalam perjalanannya ke Hijaz, beliau diberkahi kesempatan untuk mempelajari beberapa kitab dari para ulama terkenal disana, terutama dari Al-Maghfurlah Al-Qutub Al-Habib ‘Abdul Qadir bin Ahmad Assaqaf yang menyaksikan bahwa di dalam diri ‘Umar muda, terdapat semangat pemuda yang penuh cinta kepada Allah dan Rasul-Nya SAWW dan sungguh-sungguh tenggelam dalam penyebaran ilmu dan keadilan terhadap sesama umat manusia sehingga beliau dicintai oleh Al-Habib Abdul Qadir salah seorang guru besarnya. Begitu pula beliau diberkahi untuk menerima ilmu dan bimbingan dari kedua pilar keadilan di Hijaz, yakni Al-Habib Ahmed Mashur Al-Haddad dan Al-Habib ‘Attas Al-Habsyi.




Sejak itulah nama Al-Habib Umar bin Hafiz mulai tersebar luas terutama dikarenakan kegigihan usaha beliau dalam menyerukan agama Islam dan memperbaharui ajaran-ajaran awal yang tradisional. Namun kepopuleran dan ketenaran yang besar ini tidak sedikitpun mengurangi usaha pengajaran beliau, bahkan sebaliknya, beliau mendapatkan sumber tambahan dimana tujuan-tujuan mulia dapat dipertahankan. Tiada waktu yang terbuang sia-sia, setiap saat dipenuhi dengan mengingat Allah SWT dan Rasul SAW dalam berbagai situasi dan lokasi yang berbeda. Perhatiannya yang mendalam terhadap membangun keimanan terutama pada mereka yang berada didekatnya, telah menjadi salah satu dari perilaku beliau yang paling terlihat jelas sehingga membuat nama beliau tersebar luas bahkan hingga sampai ke Dunia Baru.

Negara Oman akan menjadi fase berikutnya dalam pergerakan menuju pembaharuan abad ke-15. Setelah menyambut baik undangan dari sekelompok Muslim yang memiliki hasrat dan keinginan menggebu untuk menerima manfaat dari ajarannya, beliau meninggalkan tanah kelahirannya dan tidak kembali hingga beberapa tahun kemudian. Bibit-bibit pengajaran dan kemuliaan juga ditanamkan di kota Shihr di Yaman timur, kota pertama yang disinggahinya ketika kembali ke Hadramaut, Yaman. Disana ajaran-ajaran beliau mulai tertanam dan diabadikan dengan pembangunan Ribat Al-Mustafa. Ini merupakan titik balik utama dan dapat memberi tanda lebih dari satu jalan, dalam hal melengkapi aspek teoritis dari usaha ini dan menciptakan bukti-bukti kongkrit yang dapat mewakili pengajaran-pengajaran di masa depan.




Kepulangannya ke Tarim menjadi tanda sebuah perubahan mendasar dari tahun-tahun yang ia habiskan untuk belajar, mengajar, membangun mental agamis orang-orang disekelilingnya, menyebarkan seruan dan menyerukan yang benar serta melarang yang salah. Dar-Al-Mustafa menjadi hadiah beliau bagi dunia, dan di pesantren itu pulalah dunia diserukan. Dalam waktu yang dapat dikatakan demikian singkat, penduduk Tarim akan menyaksikan berkumpulnya para murid dari berbagai daerah yang jauh bersatu di satu kota yang hampir terlupakan ketika masih dikuasai para pembangkang komunis. Murid-murid dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Kepulauan Comoro, Tanzania, Kenya, Mesir, Inggris, Pakistan, Amerika Serikat dan Kanada, juga negara-negara Arab lain dan negara bagian di Arab akan diawasi secara langsung oleh Habib Umar bin Hafiz. Berdirinya berbagai institusi Islami serupa di Yaman dan di negara-negara lain dibawah manajemen Al-Habib Umar akan menjadi sebuah tonggak utama dalam penyebaran Ilmu dan perilaku mulia.

Habib ‘Umar kini tinggal di Tarim Yaman, dimana beliau mengawasi perkembangan di Dar al-Mustafa dan berbagai sekolah lain yang telah dibangun dibawah manajemen beliau. Beliau masih memegang peran aktif dalam penyebaran agama Islam, sedemikian aktifnya sehingga beliau meluangkan hampir sepanjang tahunnya mengunjungi berbagai negara di seluruh dunia demi melakukan kegiatan-kegiatan mulianya.


Murid-murid di Indonesia: Tidak terhitung berapa jumlah murid Habib Umar yang tersebar di penjuru dunia, termasuk di Indonesia yang juga sangat banyak, dan diantara mereka itu banyak yang menjadi ulama besar dan mempunyai Ma’had (Pesantren) atau Majlis Ta’lim. Diantara murid-murid Habib Umar di Indonesia adalah Habib Munzir bin Fuad Al Musawa (Majlis Rasulullah SAW, Jakarta), Habib Abdurrahman bin Muhammad Alaydrus (Condet, Jakarta Timur), Habib Jindan bin Naufal bin Salim Bin-Jindan (Ma’had Al Fakhrihiyyah, Tangerang), Habib Ahmad bin Naufal bin Salim Bin-Jindan (Ma’had Al Fakhrihiyyah, Tangerang), Habib Abdurrahman bin Abdullah Bilfaqih (Darul Hadits Faqihiyyah, Malang), Habib Abdul Qadir bin Umar Mauladdawilah (Malang, yang menulis Manaqib Habib Umar), Syaikh Abdullah Abdun (Mahad Darut Tauhid, Malang), Syaikh Muhyiddin Abdul Qadir Al Manafi (Ma’had Asy Syifa Wal Mahmudiyyah, Bandung), Habib Abu Bakar Assegaf (Pasuruan, Jawa Tengah), Ustadz Payage (Da’i TPI asal Papua), dll.


 


sunber: 


http://pondokhabib.wordpress.com/2010/09/24/biografi-al-habib-umar-bin-salim-bin-hafiz/

(read more ...)


Apr 30

Siapakah pemimpin yang amanah, jujur & berpihak kepada rakyat

Tokoh 0 Comment »












Yang kami inginkan amanah, jujur & berpihak kepada rakyat


Diawal bulan Mei besok politik dagang sapi akan semakin rame,.. begitu kata pengamat politik mencari jabatan dan bagi bagi kekuasaan  yang  dilakukan oleh para elit parpol  yang akan berlomba menduduki RI,1


sumber  dari hiruk pikuk politik ponpes Buntet  Cirebon



presiden

Indonesia ke depan maju tidaknya tidak bisa lepas dari peran sang presiden dalam memanaj rumah tangga bangsa ini. Masing-masing calon  presiden di bawah ini telah menyatakan siap menjadi orang nomor satu di negeri nan kaya raya, tapi miskin pengelolaan. 








Jadi kepada pembaca, siap-siap Anda dibuat bingung karena sekarang calonnya banyak sekali. Kesannya kok Calon Presiden ini seperti obral barang dagangan, begitu banyak terpampang di mana-mana. 




Apakah yang ganteng, yang tegas, yang tua, yang muda, yang berani,  atau yang tenar. Bisa juga apakah mau pilih yang faham dunia pesantren, atau yang suka membid?ahkan umat, atau yang abangan, yang santri, atau yang bernuansa merah, hijau, kuning, kelabu, terserah!

 




  • sbySusilo Bambang Yudhoyono: “Setelah mendekati pemilu tahun 2009, saya mempertimbangkan untuk maju kembali, Insya Allah, saya akan mencalonkan kembali sebagai capres tahun 2009,”



     

  • JKJusuf Kalla : "Sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar, saya tidak bisa berbicara lain selain dari apa yang diinginkan dan diputuskan dari bawah (sebagai capres). Akan tetapi, ini tentu sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan Partai Golkar,".

     

  • MegawatiMegawati: ”Saya menerima pencalonan diri saya sebagai presiden dari PDI Perjuangan untuk maju dalam pemilihan presiden 2009 mendatang,”





     

  • sutiyosoSutiyoso: …. Penegasan Bang Yos–sapaan akrab Sutiyoso–itu dikemukakan saat dihibungi Warta Kota, Jumat (28/9) malam, menanggapi tawaran Partai Amanat Nasional (PAN) menjadi Capres. Bahkan, Bang Yos mengaku, sudah ada belasan partai politik (parpol) yang menyatakan akan mencalonkan dirinya sebagai Capres. ….

     

  • hb.jpgSri Sultan Hamengkubuwono X: “Dan dengan niat yang tulus, saya menyatakan siap maju menjadi calon presiden dalam Pemilu 2009,”


 



  • Rizal RamliRizal Ramli: “Kami yakin akan menjadi magnet dalam perubahan,”



     






  • YusrilYusril Ihza Mahendra: “Saya berharap maju melalui PBB, dan untuk itu PBB harus mempunyai suara yang cukup untuk mencalonkan dirinya sebagai presiden,”



     

  • AminAmien Rais: “Kemarin Serikat Pekerja PLN Surabaya mendukung saya sebagai capres. Nah kalau masih ada banyak lagi Serikat Pekerja di seluruh Indonesia dan diikuti PAN mendukung saya sebagai capres, ya saya akan segera mendeklarasikan diri,”

     

  • Hidayat Nur WahidHidayat Nur Wahid: “Saya siap jika itu merupakan keputusan Majelis Syuro, tapi kan belum diputuskan,”


 



  • akbarAkbar Tanjung: “Saya siap mencalonkan diri menjadi presiden, namun mengenai partai yang mengusung saya belum bisa pastikan, apakah melalui kendaraan Partai Golkar atau beberapa partai lainnya yang sudah `meminang` saya,”

  • Gus DurGus Dur: “Saya siap kalau saya diperintahkan oleh ke lima orang tua yang dulu pernah minta saya jadi presiden,”



  • rizal

  • Rizal Malarangeng: “Saya siap ikut pilpres tahun 2009 walau harus berhadapan dengan Presiden dan mantan presiden,”



  • Sutrisno BSutrisno Bachir: ”Banyak yang menyarankan agar saya mencari pasangan tokoh Sunda (untuk pilpres 2009). Dia harus punya latar belakang akademis bagus,”

  •  

  • PrabowoPrabowo: “Kalau Gerindra memenuhi syarat untuk mencalonkan seseorang dan saya yang dibutuhkan sebagai capres, saya siap memberi jiwa raga untuk negeri,”

  •  

  • WirntoWiranto: “O ya, sejak dari awal sudah saya katakan berkali-kali soal pencalonan ini,”


 



  • Din SyamsuddinDin Syamsuddin: “Saya kira sudah sering saya katakan kalau sekedar menjawab siap, maka saya sebagai pemimpin ormas besar seperti Muhammadiyah harus menyatakan siap. Insyaallah,”






dedy Mizwar
Deddy Mizwar: “Harus ada calon presiden alternatif, selain clon-calon dari partai besar yang itu-itu saja." 







 





(read more ...)
Apr 16

Renungan & Penyesalan

Tokoh 0 Comment »

Untukmu Caleg Wurung



buat apa kau bersedih

buat apa kau tangisi



seharusnya kau sesali

kemudian lakukanlah introspeksi

Jagan kau lupa akhirnya bunuh diri



dulu kau tak punya apa apa

kemudian kau jadi punya harta benda

sekarang kembali tak punya apa apa

kecuali pinjaman hembusan nyawa



Dunia ini tidaklah selebar daun kelor

Lihatlah matahari masih tegar bersinar

Banyak ciptaanNya yang belum pudar

Dapat kau jadikan tempat bersandar



Hidup kita cuma bagaikan sandiwara

Masing masing cerita ada perananya

Yang menangpun tidak untuk selamanya

Yang kalah itu ... juga cuma sementara

Karena hanya sedikit saja kurang suara



Wahai saudaraku .........

Ingatlah ada pepatah " Nasi telah menjadi bubur "

Ingatlah perjalanan masih jauh kita jangan takabur

Ingatlah nasib semuanya ingin bernasib mujur

Ingatlah bila sudah terlanjur menjadi bubur

Janganlah kau campakan nanti mubadzir tiada guna

Tambahkan telor, bawang goreng dan kecap tiga rasa

Akhirnya jadilah bubur spesial buat seluruh keluarga



Saudaraku yang gagal menjadi anggota dewan

Demikian coretanku smoga jadi bahan masukan

Dijadikan obat penawar hati hilangkan kedukaan

Sebelum kita dipanggil kembali dalam pangkuan




maston@160409

(read more ...)
Apr 03

Perbanyaklah Sholawat di hari Jum’at

Tokoh 4 Comment »

 


Perbanyaklah Sholawat di hari Jum�at

disusun oleh Muhammad Abduh Tuasikal


 


Alhamdulillahi robbil �alamin. Allahumma sholli �ala nabiyyina Muhammad, wa �ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Amalan yang satu ini juga mungkin banyak dilalaikan oleh kamu muslimin atau mungkin belum diketahui. Amalan tersebut adalah shalawat kepada Nabi kita shallallahu �alaihi wa sallam. Janganlah kita sampai melalaikan amalan ini.


Keutamaan Bershalawat Kepada Nabi shallallahu �alaihi wa sallam


Dari �Abdullah bin �Amr, Rasulullah shallallahu �alaihi wa sallam bersabda,



مَنْ صَلَّى عَلَيَّ أَوْ سَأَلَ لِي الوَسِيْلَةَ حَقَّتْ عَلَيْهِ شَفَاعَتِي يَوْمَ القِيَامَةِ

"Barangsiapa bershalawat kepadaku atau meminta agar aku mendapatkan wasilah, maka dia berhak mendapatkan syafa�atku pada hari kiamat nanti." (Hadits ini terdapat dalam Fadhlu Ash Sholah �alan Nabiy no. 50, Isma�il bin Ishaq Al Jahdiy. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani)



Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu �alaihi wa sallam bersabda,



مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا

"Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali." (HR. Muslim no. 408)



Keutamaan Bershalawat di Hari Jum�at


Rasulullah shallallahu �alaihi wa sallam bersabda,



أَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ فَإِنَّ صَلاَةَ أُمَّتِى تُعْرَضُ عَلَىَّ فِى كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّى مَنْزِلَةً

"Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum�at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum�at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti." (HR. Baihaqi dalam Sunan Al Kubro. Hadits ini hasan ligoirihi –yaitu hasan dilihat dari jalur lainnya-)



Amalkanlah Shalawat Berikut


Di antara shalawat yang dianjurkan yang dapat kita amalkan adalah:

[1] Dari Zaid bin Abdullah berkata bahwa sesungguhnya mereka dianjurkan mengucapkan,


 



اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ

"Allahumma sholli �ala Muhammad an nabiyyil ummiyyi..... Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad Nabi yang Ummi]" (Fadhlu Ash Sholah �alan Nabi shallallahu �alaihi wa sallam no. 60. Syaikh Al Albani mengomentari bahwa hadits ini shohih)



 


[2] Dari Ka�ab bin �Ujroh, beliau mengatakan,



"Wahai Rasulullah, kami sudah mengetahu bagaimana kami mengucapkan salam padamu. Lalu bagaimana kami bershalawat padamu?" Nabi shallallahu �alaihi wa sallam bersabda, "Ucapkanlah :

اللَّهُمَّ صّلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

"Allahum


sholawat lengkap : http://www.geocities.com/jilani_badawi/


 


(read more ...)
Mar 25

(100 Tokoh Dunia yang Berpengaruh) NABI MUHAMMAD, SAW (570 SM - 632 SM)

Tokoh 9 Comment »

Jatuhnya pilihan saya kepada Nabi Muhammad dalam urutan pertama daftar Seratus Tokoh yang berpengaruh di dunia mungkin mengejutkan sementara pembaca dan mungkin jadi tanda tanya sebagian yang lain. Tapi saya berpegang pada keyakinan saya, dialah Nabi Muhammad satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi.


Berasal-usul dari keluarga sederhana, Muhammad menegakkan dan menyebarkan salah satu dari agama terbesar di dunia, Agama Islam. Dan pada saat yang bersamaan tampil sebagai seorang pemimpin tangguh, tulen, dan efektif. Kini tiga belas abad sesudah wafatnya, pengaruhnya masih tetap kuat dan mendalam serta berakar.


Sebagian besar dari orang-orang yang tercantum di dalam buku ini merupakan makhluk beruntung karena lahir dan dibesarkan di pusat-pusat peradaban manusia, berkultur tinggi dan tempat perputaran politik bangsa-bangsa. Muhammad lahir pada tahun 570 M, di kota Mekkah, di bagian agak selatan Jazirah Arabia, suatu tempat yang waktu itu merupakan daerah yang paling terbelakang di dunia, jauh dari pusat perdagangan, seni maupun ilmu pengetahuan. Menjadi yatim-piatu di umur enam tahun, dibesarkan dalam situasi sekitar yang sederhana dan rendah hati. Sumber-sumber Islam menyebutkan bahwa Muhamnmad seorang buta huruf. Keadaan ekonominya baru mulai membaik di umur dua puluh lima tahun tatkala dia kawin dengan seorang janda berada. Bagaimanapun, sampai mendekati umur empat puluh tahun nyaris tak tampak petunjuk keluarbiasaannya sebagai manusia.


Umumnya, bangsa Arab saat itu tak memeluk agama tertentu kecuali penyembah berhala Di kota Mekkah ada sejumlah kecil pemeluk-pemeluk Agama Yahudi dan Nasrani, dan besar kemungkinan dari merekalah Muhammad untuk pertama kali mendengar perihal adanya satu Tuhan Yang Mahakuasa, yang mengatur seantero alam. Tatkala dia berusia empatpuluh tahun, Muhammad yakin bahwa Tuhan Yang Maha Esa ini menyampaikan sesuatu kepadanya dan memilihnya untuk jadi penyebar kepercayaan yang benar.


Selama tiga tahun Muhammad hanya menyebar agama terbatas pada kawan-kawan dekat dan kerabatnya. Baru tatkala memasuki tahun 613 dia mulai tampil di depan publik. Begitu dia sedikit demi sedikit punya pengikut, penguasa Mekkah memandangnya sebagai orang berbahaya, pembikin onar. Di tahun 622, cemas terhadap keselamatannya, Muhammad hijrah ke Madinah, kota di utara Mekkah berjarak 200 mil. Di kota itu dia ditawari posisi kekuasaan politik yang cukup meyakinkan.


Peristiwa hijrah ini merupakan titik balik penting bagi kehidupan Nabi. Di Mekkah dia susah memperoleh sejumlah kecil pengikut, dan di Medinah pengikutnya makin bertambah sehingga dalam tempo cepat dia dapat memperoleh pengaruh yang menjadikannya seorang pemegang kekuasaan yang sesungguhnya. Pada tahun-tahun berikutnya sementara pengikut Muhammad bertumbuhan bagai jamur, serentetan pertempuran pecah antara Mektah dan Madinah. Peperangan ini berakhir tahun 630 dengan kemenangan pada pihak Muhammad, kembali ke Mekkah selaku penakluk. Sisa dua setengah tahun dari hidupnya dia menyaksikan kemajuan luar-biasa dalam hal cepatnya suku-suku Arab memeluk Agama Islam. Dan tatkala Muhammad wafat tahun 632, dia sudah memastikan dirinya selaku penguasa efektif seantero Jazirah Arabia bagian selatan.


Suku Bedewi punya tradisi turun-temurun sebagai prajurit-prajurit yang tangguh dan berani. Tapi, jumlah mereka tidaklah banyak dan senantiasa tergoda perpecahan dan saling melabrak satu sama lain. Itu sebabnya mereka tidak bisa mengungguli tentara dari kerajaan-kerajaan yang mapan di daerah pertanian di belahan utara. Tapi, Muhammadlah orang pertama dalam sejarah, berkat dorongan kuat kepercayaan kepada keesaan Tuhan, pasukan Arab yang kecil itu sanggup melakukan serentetan penaklukan yang mencengangkan dalam sejarah manusia. Di sebelah timurlaut Arab berdiri Kekaisaran Persia Baru Sassanids yang luas. Di baratlaut Arabia berdiri Byzantine atau Kekaisaran Romawi Timur dengan Konstantinopel sebagai pusatnya.


Ditilik dari sudut jumlah dan ukuran, jelas Arab tidak bakal mampu menghadapinya. Namun, di medan pertempuran, pasukan Arab yang membara semangatnya dengan sapuan kilat dapat menaklukkan Mesopotamia, Siria, dan Palestina. Pada tahun 642 Mesir direbut dari genggaman Kekaisaran Byzantine, dan sementara itu balatentara Persia dihajar dalam pertempuran yang amat menentukan di Qadisiya tahun 637 dan di Nehavend tahun 642.


Tapi, penaklukan besar-besaran --di bawah pimpinan sahabat Nabi dan penggantinya Abu Bakr dan Umar ibn al-Khattab-- itu tidak menunjukkan tanda-tanda stop sampai di situ. Pada tahun 711, pasukan Arab telah menyapu habis Afrika Utara hingga ke tepi Samudera Atlantik. Dari situ mereka membelok ke utara dan menyeberangi Selat Gibraltar dan melabrak kerajaan Visigothic di Spanyol.


Sepintas lalu orang mesti mengira pasukan Muslim akan membabat habis semua Nasrani Eropa. Tapi pada tahun 732, dalam pertempuran yang masyhur dan dahsyat di Tours, satu pasukan Muslimin yang telah maju ke pusat negeri Perancis pada akhirnya dipukul oleh orang-orang Frank. Biarpun begitu, hanya dalam tempo secuwil abad pertempuran, orang-orang Bedewi ini -dijiwai dengan ucapan-ucapan Nabi Muhammad- telah mendirikan sebuah empirium membentang dari perbatasan India hingga pasir putih tepi pantai Samudera Atlantik, sebuah empirium terbesar yang pernah dikenal sejarah manusia. Dan di mana pun penaklukan dilakukan oleh pasukan Muslim, selalu disusul dengan berbondong-bondongnya pemeluk masuk Agama Islam.


Ternyata, tidak semua penaklukan wilayah itu bersifat permanen. Orang-orang Persia, walaupun masih tetap penganut setia Agama Islam, merebut kembali kemerdekaannya dari tangan Arab. Dan di Spanyol, sesudah melalui peperangan tujuh abad lamanya akhirnya berhasil dikuasai kembali oleh orang-orang Nasrani. Sementara itu, Mesopotamia dan Mesir dua tempat kelahiran kebudayaan purba, tetap berada di tangan Arab seperti halnya seantero pantai utara Afrika. Agama Islam, tentu saja, menyebar terus dari satu abad ke abad lain, jauh melangkah dari daerah taklukan. Umumnya jutaan penganut Islam bertebaran di Afrika, Asia Tengah, lebih-lebih Pakistan dan India sebelah utara serta Indonesia. Di Indonesia, Agama Islam yang baru itu merupakan faktor pemersatu. Di anak benua India, nyaris kebalikannya: adanya agama baru itu menjadi sebab utama terjadinya perpecahan.


Apakah pengaruh Nabi Muhammad yang paling mendasar terhadap sejarah ummat manusia? Seperti halnya lain-lain agama juga, Islam punya pengaruh luar biasa besarnya terhadap para penganutnya. Itu sebabnya mengapa penyebar-penyebar agama besar di dunia semua dapat tempat dalam buku ini. Jika diukur dari jumlah, banyaknya pemeluk Agama Nasrani dua kali lipat besarnya dari pemeluk Agama Islam, dengan sendirinya timbul tanda tanya apa alasan menempatkan urutan Nabi Muhammad lebih tinggi dari Nabi Isa dalam daftar. Ada dua alasan pokok yang jadi pegangan saya. Pertama, Muhammad memainkan peranan jauh lebih penting dalam pengembangan Islam ketimbang peranan Nabi Isa terhadap Agama Nasrani. Biarpun Nabi Isa bertanggung jawab terhadap ajaran-ajaran pokok moral dan etika Kristen (sampai batas tertentu berbeda dengan Yudaisme), St. Paul merupakan tokoh penyebar utama teologi Kristen, tokoh penyebarnya, dan penulis bagian terbesar dari Perjanjian Lama.


Sebaliknya Muhammad bukan saja bertanggung jawab terhadap teologi Islam tapi sekaligus juga terhadap pokok-pokok etika dan moralnya. Tambahan pula dia "pencatat" Kitab Suci Al-Quran, kumpulan wahyu kepada Muhammad yang diyakininya berasal langsung dari Allah. Sebagian terbesar dari wahyu ini disalin dengan penuh kesungguhan selama Muhammad masih hidup dan kemudian dihimpun dalam bentuk yang tak tergoyangkan tak lama sesudah dia wafat. Al-Quran dengan demikian berkaitan erat dengan pandangan-pandangan Muhammad serta ajaran-ajarannya karena dia bersandar pada wahyu Tuhan. Sebaliknya, tak ada satu pun kumpulan yang begitu terperinci dari ajaran-ajaran Isa yang masih dapat dijumpai di masa sekarang. Karena Al-Quran bagi kaum Muslimin sedikit banyak sama pentingnya dengan Injil bagi kaum Nasrani, pengaruh Muhammad dengan perantaraan Al-Quran teramatlah besarnya. Kemungkinan pengaruh Muhammad dalam Islam lebih besar dari pengaruh Isa dan St. Paul dalam dunia Kristen digabung jadi satu. Diukur dari semata mata sudut agama, tampaknya pengaruh Muhammad setara dengan Isa dalam sejarah kemanusiaan.


Lebih jauh dari itu (berbeda dengan Isa) Muhammad bukan semata pemimpin agama tapi juga pemimpin duniawi. Fakta menunjukkan, selaku kekuatan pendorong terhadap gerak penaklukan yang dilakukan bangsa Arab, pengaruh kepemimpinan politiknya berada dalam posisi terdepan sepanjang waktu.


Dari pelbagai peristiwa sejarah, orang bisa saja berkata hal itu bisa terjadi tanpa kepemimpinan khusus dari seseorang yang mengepalai mereka. Misalnya, koloni-koloni di Amerika Selatan mungkin saja bisa membebaskan diri dari kolonialisme Spanyol walau Simon Bolivar tak pernah ada di dunia. Tapi, misal ini tidak berlaku pada gerak penaklukan yang dilakukan bangsa Arab. Tak ada kejadian serupa sebelum Muhammad dan tak ada alasan untuk menyangkal bahwa penaklukan bisa terjadi dan berhasil tanpa Muhammad. Satu-satunya kemiripan dalam hal penaklukan dalam sejarah manusia di abad ke-13 yang sebagian terpokok berkat pengaruh Jengis Khan. Penaklukan ini, walau lebih luas jangkauannya ketimbang apa yang dilakukan bangsa Arab, tidaklah bisa membuktikan kemapanan, dan kini satu-satunya daerah yang diduduki oleh bangsa Mongol hanyalah wilayah yang sama dengan sebelum masa Jengis Khan


Ini jelas menunjukkan beda besar dengan penaklukan yang dilakukan oleh bangsa Arab. Membentang dari Irak hingga Maroko, terbentang rantai bangsa Arab yang bersatu, bukan semata berkat anutan Agama Islam tapi juga dari jurusan bahasa Arabnya, sejarah dan kebudayaan. Posisi sentral Al-Quran di kalangan kaum Muslimin dan tertulisnya dalam bahasa Arab, besar kemungkinan merupakan sebab mengapa bahasa Arab tidak terpecah-pecah ke dalam dialek-dialek yang berantarakan. Jika tidak, boleh jadi sudah akan terjadi di abad ke l3. Perbedaan dan pembagian Arab ke dalam beberapa negara tentu terjadi -tentu saja- dan nyatanya memang begitu, tapi perpecahan yang bersifat sebagian-sebagian itu jangan lantas membuat kita alpa bahwa persatuan mereka masih berwujud. Tapi, baik Iran maupun Indonesia yang kedua-duanya negeri berpenduduk Muslimin dan keduanya penghasil minyak, tidak ikut bergabung dalam sikap embargo minyak pada musim dingin tahun 1973 - 1974. Sebaliknya bukanlah barang kebetulan jika semua negara Arab, semata-mata negara Arab, yang mengambil langkah embargo minyak.


Jadi, dapatlah kita saksikan, penaklukan yang dilakukan bangsa Arab di abad ke-7 terus memainkan peranan penting dalam sejarah ummat manusia hingga saat ini. Dari segi inilah saya menilai adanya kombinasi tak terbandingkan antara segi agama dan segi duniawi yang melekat pada pengaruh diri Muhammad sehingga saya menganggap Muhammad dalam arti pribadi adalah manusia yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia.


sumber: media isnet :   Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah

Michael H. Hart, 1978,  Terjemahan H. Mahbub Djunaidi, 1982

 

(read more ...)
Mar 25

100Tokoh berpengaruh dalam sejarah

Tokoh 2 Comment »





































































































































































































































01. Nabi Muhammad



51. Umar Ibn Al-Khattab



02. Isaac Newton



52. Asoka



03 Nabi Isa



53. St. Augustine



04. Buddha



54. Max Planck



05. Kong Hu Cu



55. John Calvin



06. St. Paul



56. William T.G.Morton



07. Tsai Lun



57. William Harvey



08. Johann Gutenberg



58. Antoine Henri Becquerel



09. Christopher Columbus



59. Gregor Mendel



10. Albert Einstein



60. Joseph Lister



11. Karl Marx



61. Nikolaus August Otto



12. Louis Pasteur



62. Louis Daguerre



13. Galileo Galilei



63. Joseph Stalin



14. Aristoteles



64. Rene Descartes



15. Lenin



65. Julius Caesar



16. Nabi Musa



66. Francisco Pizarro



17. Charles Darwin



67. Hernando Cortes



18. Shih Huang Ti



68. Ratu Isabella I



19. Augustus Caesar



69. William Sang Penakluk



20. Mao Tse-Tung



70. Thomas Jefferson



21 Jengis Khan



71. Jean-Jacques Rousseau



22. Euclid



72. Edward Jenner



23. Martin Luther



73. Wilhelm Conrad Rontgen



24. Nicolaus Copernicus



74. Johann Sebastian Bach



25. James Watt



75. Lao Tse



26. Constantine Yang Agung



76. Enrico Fermi



27. George Washington



77. Thomas Malthus



28. Michael Faraday



78. Francis Bacon



29. James Clerk Maxwell



79. Voltaire



30. Orville Wright & Wilbur Wright



80. John F. Kennedy



31. Antone Laurent Lavoisier



81. Gregory Pincus



32. Sigmund Freud



82. Sui Wen Ti



33. Alexander Yang Agung



83. Mani



34. Napoleon Bonaparte



84. Vasco Da Gama



35. Adolf Hitler



85. Charlemagne



36. William Shakespeare



86. Cyrus Yang Agung



37. Adam Smith



87. Leonhard Euler



38. Thomas Edison



88. Niccolo Machiavelli



39. Antony Van Leeuwenhoek



89. Zoroaster



40. Plato



90. Menes



41. Guglielmo Marconi



91. Peter Yang Agung



42. Ludwig Van Beethoven



92. Meng-Tse (Mencius)



43. Werner Heisenberg



93. John Dalton



44. Alexander Graham Bell



94. Homer



45. Alexander Fleming



95. Ratu Elizabeth I



46. Simon Bolivar



96. Justinian I



47. Oliver Cromwell



97. Johannes Kepler



48. John Locke



98. Pablo Picasso



49. Michelangelo



99. Mahavira



50. Pope Urban II



100. Neils Bohr


Tokoh-Tokoh Terhormat Yang Tertinggal

St. Thomas Aquinas



Archimedes



Charles Babbage



Khufu (Cheops)



Marie Curie



Benjamin Franklin



Mohandas Gandhi



Abraham Lincoln



Ferdinand Magellan



Leonardo Da Vinci




dari: Pustaka Online Media ISNET

(read more ...)
.::. Designed by SiteGround Web Hosting

cssandhtml